Batam – KMP Sembilang yang melayani lintasan RoRo Punggur (Batam) – Kuala Tungkal (Jambi) tidak hanya menjadi sarana transportasi penghubung antardaerah, tetapi juga menghadirkan suasana religius bagi para penumpangnya. Dalam setiap pelayaran yang bertepatan dengan waktu Magrib dan Isya, awak kapal secara rutin menggelar salat Magrib berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan salat Isya secara jamak qashar dua rakaat pada Rabu (15/07/2026).
Yang membuat kegiatan ini terasa istimewa adalah lokasi pelaksanaannya. Salat berjamaah dilaksanakan di atas dek paling atas kapal dengan menghadap kiblat sesuai petunjuk yang telah ditentukan. Di tengah hembusan angin laut yang sejuk, suara deburan ombak, dan langit yang mulai dipenuhi cahaya senja hingga malam, para jamaah dapat menunaikan ibadah dengan suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan.
Pemandangan laut lepas yang membentang luas menjadi latar yang menambah kesan mendalam bagi setiap penumpang yang mengikuti salat berjamaah. Meski kapal terus berlayar menuju tujuan, kekhusyukan ibadah tetap terjaga dan menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda dari biasanya.
Salah seorang penumpang, Ahmad, mengaku baru pertama kali merasakan salat berjamaah di atas kapal laut.
“Rasanya sangat berbeda. Angin laut yang sejuk, suara ombak, dan suasana di atas dek membuat hati menjadi lebih tenang. Saya merasa salat lebih khusyuk dibanding biasanya,” ujarnya.
Senada dengan itu, penumpang lainnya, Siti Rahma, menyampaikan apresiasinya kepada awak kapal yang secara konsisten memfasilitasi kegiatan ibadah selama perjalanan. Dengan menyediakan fasilitas ibadah yang dibutuhkan, seperti mukena dan sajadah.
Sementara itu, Rizal, penumpang asal Jambi, menilai kegiatan tersebut menjadi nilai tambah bagi pelayanan KMP Sembilang.
“Tidak semua kapal memiliki suasana seperti ini. Menurut saya, ini patut dipertahankan karena selain memberikan kenyamanan perjalanan, juga mengingatkan penumpang untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Rutinitas salat berjamaah tersebut telah menjadi bagian dari budaya pelayanan di KMP Sembilang. Awak kapal bersama penumpang saling bahu-membahu mempersiapkan tempat salat hingga pelaksanaan ibadah selesai.
Bagi penumpang yang berstatus musafir, pelaksanaan salat Isya secara jamak qashar dua rakaat merupakan bentuk keringanan dalam syariat Islam. Melalui kegiatan ini, perjalanan laut tidak menjadi penghalang untuk tetap menjalankan kewajiban beribadah.
Kehangatan kebersamaan yang terjalin di atas dek kapal, dipadukan dengan semilir angin laut dan hamparan lautan yang luas, menjadikan pelayaran KMP Sembilang bukan sekadar perjalanan menuju tujuan, tetapi juga perjalanan yang memberikan ketenangan batin dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta keimanan. (Red).










