Sabtu, Juli 25, 2026
Sabak Betuah
  • HEADLINE
  • PERISTIWA
  • INFORMATIF
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • DESA
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENT
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • PERISTIWA
  • INFORMATIF
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • DESA
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENT
No Result
View All Result
Sabak Betuah
No Result
View All Result
Home PEMERINTAHAN

BKSDA Jambi Susun Arah Konservasi, Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jadi Prioritas Selamatkan Mangrove dan Satwa Langka

redaksi jambi by redaksi jambi
Juli 23, 2026
in PEMERINTAHAN
316 6
0
BKSDA Jambi Susun Arah Konservasi, Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jadi Prioritas Selamatkan Mangrove dan Satwa Langka
Share on FacebookShare on Twitter

BKSDA Jambi Susun Arah Konservasi, Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jadi Prioritas Selamatkan Mangrove dan Satwa Langka

Advertisement Banner

Jambi – Sabak Betuah.com

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menggelar Konsultasi Publik pembahasan Draft Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2026–2035 untuk Kawasan Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur, serta Draft Dokumen Penataan Blok .

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu–Kamis (22–23 Juli 2026) di Kota Jambi ini dihadiri perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, LSM, pemerhati lingkungan, hingga masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan kawasan konservasi.

Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, S.Hut., M.Sc, mengatakan kawasan Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur memiliki luas 5.564,60 hektare yang harus dikelola secara berkelanjutan agar fungsi ekologisnya tetap terjaga sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, manfaat kawasan konservasi tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga dari jasa lingkungan, perlindungan ekosistem, serta keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

“Dokumen yang disusun bersifat terbuka dan menjadi milik publik. Karena itu kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan agar RPJP benar-benar menjadi pedoman pengelolaan kawasan konservasi selama 10 tahun ke depan,” ujar Himawan.

Ia juga berharap sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur, semakin kuat dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Konservasi Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Sumidi, S.Hut., MPH, menegaskan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama keberhasilan konservasi.

Ia juga membeberkan berbagai kegiatan seperti perlindungan satwa, rehabilitasi hutan, patroli, hingga pengembangan wisata alam tidak akan berjalan optimal tanpa perencanaan yang matang.

“RPJP menjadi kompas pengelolaan kawasan konservasi selama 10 tahun ke depan. Dokumen ini akan menentukan arah pengelolaan, prioritas, strategi, hingga membangun sinergi antar pemangku kepentingan,” katanya.

Sumidi juga menjelaskan paradigma konservasi kini mengedepankan konsep tiga pilar, yakni perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek ekologis, sosial, ekonomi, budaya, serta kebutuhan pembangunan daerah.

Dalam konsultasi publik tersebut dipaparkan sejumlah target pengelolaan Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur, di antaranya memantapkan batas kawasan seluas 5.564,60 hektare, menguasai kembali sekitar 100 hektare lahan terbangun yang telah teridentifikasi, mempertahankan keberadaan sedikitnya lima spesies satwa liar dilindungi, menjaga ekosistem mangrove, serta memulihkan kawasan yang terdampak abrasi melalui kajian, pemasangan alat pemecah ombak (APO), penanaman mangrove, monitoring, dan evaluasi.

Selain itu, BKSDA Jambi juga menargetkan peningkatan kualitas ekosistem mangrove seluas 400 hektare serta meningkatkan partisipasi, pengetahuan, dan pendapatan masyarakat di 15 desa penyangga kawasan konservasi.

Konsultasi publik dihadiri sejumlah instansi, di antaranya Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Bappeda Provinsi Jambi, Balai Taman Nasional Berbak Sembilang, Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, KPHP, pemerintah kecamatan dan desa, BPN, Fauna & Flora International (FFI) Indonesia, KKI Warsi, Wahana Mitra Mandiri, serta pegiat mangrove Tanjung Jabung Timur.

Seluruh masukan dari peserta akan dirumuskan dalam Berita Acara Konsultasi Publik sebagai dasar penyempurnaan dokumen sebelum dibahas di tingkat Direktorat Jenderal KSDAE dan ditetapkan sebagai pedoman resmi pengelolaan kawasan konservasi di Provinsi Jambi untuk periode 2026–2035. (Arie Suryanto )

Share408Tweet255Pin92Scan
Previous Post

Di Tengah Laut Lepas, KMP Sembilang Hadirkan Suasana Khidmat: Penumpang Khusyuk Salat Berjamaah di Atas Dek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

    Advertisement Banner
    • Trending
    • Comments
    • Latest
    Yun Ilman Optimis Lolos ke Senayan, Ini Latar Belakang dan Sepak Terjang ‘Sang Jenderal’ Nomor 8 dari Golkar

    Yun Ilman Optimis Lolos ke Senayan, Ini Latar Belakang dan Sepak Terjang ‘Sang Jenderal’ Nomor 8 dari Golkar

    November 15, 2023

    Keluarga Besar Pemerintah Desa Rantau Rasau Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Hj.DILLA HIKMAH SARI.ST dan MULIMIN TANJA .S .TH.I.M.SI Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur ,Oleh Bapak Presiden RI , PRABOWO SUBIANTO

    Februari 26, 2025

    Keluarga Besar Pemerintah Desa Simpang Datuk Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Hj.DILLA HIKMAH SARI.ST dan MULIMIN TANJA .S .TH.I.M.SI Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur ,Oleh Bapak Presiden RI , PRABOWO SUBIANTO

    Februari 26, 2025
    Ada Dugaan Pungli Dilingkup Dishub Kota Jambi AWaSI Kota Jambi Akan Melapor Ke Polda Jambi

    Ada Dugaan Pungli Dilingkup Dishub Kota Jambi AWaSI Kota Jambi Akan Melapor Ke Polda Jambi

    Maret 22, 2025
    BKSDA Jambi Susun Arah Konservasi, Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jadi Prioritas Selamatkan Mangrove dan Satwa Langka

    BKSDA Jambi Susun Arah Konservasi, Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jadi Prioritas Selamatkan Mangrove dan Satwa Langka

    Juli 23, 2026
    BKSDA Jambi Susun Arah Konservasi, Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jadi Prioritas Selamatkan Mangrove dan Satwa Langka

    BKSDA Jambi Susun Arah Konservasi, Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jadi Prioritas Selamatkan Mangrove dan Satwa Langka

    Juli 23, 2026
    Di Tengah Laut Lepas, KMP Sembilang Hadirkan Suasana Khidmat: Penumpang Khusyuk Salat Berjamaah di Atas Dek

    Di Tengah Laut Lepas, KMP Sembilang Hadirkan Suasana Khidmat: Penumpang Khusyuk Salat Berjamaah di Atas Dek

    Juli 15, 2026
    Rokok Diduga Ilegal HD, UFO, OPO, dan T3 Masih Beredar di Batam, Warga Minta Dugaan Keterlibatan Oknum Diusut Tuntas

    Rokok Diduga Ilegal HD, UFO, OPO, dan T3 Masih Beredar di Batam, Warga Minta Dugaan Keterlibatan Oknum Diusut Tuntas

    Juli 14, 2026
    FMMAKP Gelar Aksi Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Desak Transparansi 10 Pos Anggaran Tahun 2025

    FMMAKP Gelar Aksi Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Desak Transparansi 10 Pos Anggaran Tahun 2025

    Juli 6, 2026
    Marak Rokok Tanpa Pita Cukai Di Batam: Inisial SK Sangat Disorot, Diduga Jadi Pemain Utama Di Balik Lancarnya Peredaran

    Marak Rokok Tanpa Pita Cukai Di Batam: Inisial SK Sangat Disorot, Diduga Jadi Pemain Utama Di Balik Lancarnya Peredaran

    Juli 6, 2026

    Popular

      Sabak Betuah

      © 2023 Sabak Betuah / by - Zabak Creative

      Tentang Kami

      • Redaksi
      • Tentang Kami
      • Pedoman Siber
      • Kontak

      Ikuti Kami

      • Login
      No Result
      View All Result
      • HEADLINE
      • PERISTIWA
      • INFORMATIF
      • HUKRIM
      • POLITIK
      • PENDIDIKAN
      • DESA
      • PEMERINTAHAN
      • PARLEMENT

      © 2023 Sabak Betuah / by - Zabak Creative

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In